Wisuda Bukan Garis Akhir, Wali Kota Bima Dorong Lulusan UM Bima Jadi Penggerak Daerah

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Wisuda Bukan Garis Akhir, Wali Kota Bima Dorong Lulusan UM Bima Jadi Penggerak Daerah

Sabtu, 29 Agustus 2026

Wali Kota Bima pada saat memberikan sambutan wisuda UM Bima. 

Kota Bima, JURNAL NTB.-
 Wisuda bukanlah garis akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, saat menghadiri Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan ke-V Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima), Sabtu (29/8/2026).


Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Bima, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan.


Menurut Rahman, para lulusan saat ini memasuki dunia yang bergerak sangat cepat. Perkembangan teknologi, kemajuan kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja, serta semakin terbukanya persaingan antardaerah maupun antarnegara menuntut generasi muda untuk terus belajar dan beradaptasi.


“Jangan pernah berhenti belajar setelah memperoleh ijazah. Jadikan ilmu yang saudara peroleh sebagai bekal untuk terus berkembang, bukan sekadar sebagai selembar dokumen untuk mencari pekerjaan,” pesan Wali Kota.


Ia berharap lulusan UM Bima tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu tampil sebagai pencipta lapangan kerja, penggerak ekonomi, inovator, sekaligus pemimpin di tengah masyarakat.


Bagi Wali Kota, Kota Bima membutuhkan generasi muda yang mampu mengembangkan berbagai sektor potensial, seperti perdagangan dan UMKM, pertanian, pariwisata, pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, teknologi informasi serta sektor strategis lainnya.


Karena itu, ia mengajak para lulusan UM Bima mengubah cara pandang dalam melihat masa depan dan daerahnya.


“Jangan hanya bertanya, ‘Apa yang bisa saya dapatkan dari daerah ini?’ Tetapi mari kita ubah menjadi pertanyaan, ‘Apa yang bisa saya berikan untuk daerah ini?’” ujarnya.


Rahman menilai, perubahan cara berpikir tersebut penting ditanamkan kepada generasi muda. Jika dilakukan secara konsisten, semangat untuk memberi dan berkontribusi akan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan Kota Bima.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bima juga memberikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Bima yang terus mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.


Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh berdiri jauh dari persoalan yang dihadapi masyarakat. Kampus harus menjadi pusat ilmu pengetahuan dan inovasi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan.


“Saya berharap sinergi antara Pemerintah Kota Bima dan Universitas Muhammadiyah Bima dapat terus diperkuat,” katanya.


Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan daerah.


Selain memberikan pesan kepada para lulusan, Wali Kota juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang telah memberikan doa, pengorbanan, kesabaran dan dukungan selama perjalanan pendidikan.


“Wisuda hari ini adalah kebahagiaan saudara, tetapi juga merupakan buah dari doa, pengorbanan, kesabaran dan perjuangan panjang para orang tua,” tuturnya.


Kepada para wisudawan yang ia banggakan, Rahman berpesan agar di mana pun nantinya bekerja dan mengabdi, mereka tetap membawa nama baik almamater serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


“Jadikan ilmu saudara sebagai jalan untuk memberikan manfaat. Dan yang terpenting, jadilah manusia yang kehadirannya membawa kebaikan bagi orang lain,” pesannya.


Menutup sambutannya, Wali Kota Bima memberikan motivasi agar para lulusan UM Bima tidak ragu melangkah menghadapi masa depan.


“Teruslah melangkah. Jangan takut bermimpi besar. Jangan takut menghadapi tantangan. Dan jangan pernah merasa bahwa kontribusi saudara terlalu kecil untuk daerah ini,” tegasnya.


Ia menambahkan, perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten.


“Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten,” pungkasnya. (RED).