
Kepala BLK Kota Bima, Abdul Haris.
KOTA BIMA, JURNAL NTB.- Upaya menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi terus dilakukan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bima. Melalui program pelatihan berbasis kompetensi, peserta dibekali keterampilan pada tiga kejuruan, yakni service HP, tata boga dan kecantikan.
Kepala BLK Kota Bima, Abdul Haris, mengatakan pelatihan tersebut merupakan program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Masing-masing kejuruan diikuti 16 peserta dalam satu kelas. Dengan demikian, terdapat 48 peserta yang mengikuti pelatihan pada tiga bidang keterampilan tersebut.
Selama mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori dan praktik. BLK juga memberikan sejumlah fasilitas pendukung, berupa seragam, modul pelatihan, uang transportasi serta sertifikat kompetensi.
Abdul Haris menjelaskan, pemberian pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.
Menurutnya, pembinaan terhadap peserta juga tidak berhenti setelah pelatihan selesai. BLK Kota Bima akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap para alumni untuk mengetahui perkembangan mereka setelah kembali ke masyarakat.
“Setelah dilatih, kami akan melakukan monitoring dan evaluasi kepada alumni BLK. Kami ingin melihat perkembangan mereka setelah mengikuti pelatihan, baik yang bekerja maupun yang membuka usaha,” ujar Abdul Haris.
Ia mengatakan, selama ini alumni BLK Kota Bima cukup banyak yang terserap oleh dunia industri. Hal tersebut menunjukkan adanya peluang bagi peserta pelatihan untuk mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi pekerjaan.
Salah satu bidang yang memiliki peluang penyerapan tenaga kerja adalah tata boga. Sejumlah alumni BLK dari bidang tersebut bahkan telah direkrut menjadi tenaga kerja pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Alumni BLK selama ini banyak dipakai industri. Termasuk dari tata boga, banyak yang direkrut menjadi tenaga SPPG MBG,” ungkapnya.
Abdul Haris berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius sehingga keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan di lapangan.
Dengan bekal keterampilan dan sertifikat kompetensi yang dimiliki, peserta diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bekerja sesuai bidangnya maupun membuka usaha secara mandiri. (RED).

Komentar