
Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E
Kota Bima, Jurnal NTB.- Pemerintah Kota Bima meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca panas ekstrem yang berpotensi disertai angin kencang. Seluruh aparatur kewilayahan diminta tidak bersikap pasif dan mulai melakukan langkah pencegahan terhadap berbagai risiko yang dapat muncul.
Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E. meminta camat dan lurah turun langsung memantau kondisi wilayah masing-masing. Kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat cuaca ekstrem dapat memicu sejumlah persoalan, mulai dari kebakaran dan kekeringan hingga pohon tumbang serta kerusakan fasilitas umum.
“Saya minta Camat dan Lurah untuk benar-benar turun dan memastikan kondisi wilayahnya. Pantau lingkungan, identifikasi titik-titik yang rawan kebakaran, pohon yang berpotensi tumbang, serta kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian akibat cuaca ekstrem,” tegas Wali Kota.
Menurut H. A. Rahman, upaya menghadapi kondisi cuaca ekstrem harus dilakukan sejak dini. Pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan dinilai memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan masyarakat dan dapat mengetahui secara langsung kondisi di lapangan.
Karena itu, camat dan lurah diminta memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, aparat keamanan serta instansi terkait lainnya.
Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap potensi ancaman dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi bencana yang berdampak lebih luas terhadap masyarakat.
Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama dalam kondisi panas dan kering, diminta untuk dihindari.
Selain ancaman kebakaran, masyarakat diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar rumah. Pohon-pohon besar, papan reklame, atap rumah dan berbagai benda yang berpotensi terlepas atau terbawa angin perlu diperiksa untuk mengantisipasi dampak angin kencang.
“Kita harus mengedepankan pencegahan. Jangan sampai setelah terjadi musibah baru kita bergerak. Saya minta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari kecamatan sampai kelurahan, bersama masyarakat membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya suhu udara, perhatian terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi bagian dari langkah kesiapsiagaan. Warga diimbau memperbanyak konsumsi air, mengurangi aktivitas di bawah paparan matahari secara langsung dalam waktu lama, serta segera mencari pertolongan apabila mengalami keluhan kesehatan akibat panas.
H. A. Rahman menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama seluruh jajaran pemerintah. Setiap perkembangan kondisi cuaca maupun kejadian di lapangan harus direspons secara cepat dan dilaporkan agar penanganan dapat segera dilakukan.
Ia juga mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita jaga Kota Bima bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kewaspadaan, kepedulian dan gotong royong masyarakat menjadi kunci untuk menghadapi cuaca ekstrem ini,” pungkasnya. (RED).

Komentar