Keluar RSUD Bima dengan Biaya Rp 500 Ribu, Setelah Viral Kini Balita Dirawat Secara Gratis

Iklan Atas Halaman 920x250

.

Keluar RSUD Bima dengan Biaya Rp 500 Ribu, Setelah Viral Kini Balita Dirawat Secara Gratis

Minggu, 24 April 2022

Balita asal desa Kalampa yang kembali dirawat RSUD Bima. 

Bima, Jurnal NTB.-
Balita pasien RSUD Bima, MF asal desa Kalampa Kecamatan Woha Kabupaten Bima, viral di media sosial setelah keluar dari RSUD Bima karena tak memiliki biaya. (Baca juga: Kendala Biaya, Balita Pasien RSUD Bima Gagal Dioperasi


Setelah viral di media sosial, akhirnya MF kembali dirawat di RSUD Bima. Sebagaimana yang diinformasikan oleh Humas RSUD, dr Akbar, pasien mulai dirawat kembali Minggu (24/04) pagi tadi sekitar pukul 09.00 wita. 


Lalu kenapa pasien yang sudah pulang ini dirawat kembali oleh RSUD Bima?, Direktur RSUD Bima drg H Ihsan mengatakan, bahwa pasien keluar rumah sakit karena terjadi miskomunikasi. 


"Miskomunikasi saja dengan adik-adik di bawah," tegas Ihsan yang dikonfirmasi via WhatsApp sore ini 


Pasien yang dirawat di RSUD ini belum memiliki BPJS karena masih dalam proses, diakui Ihsan, pasien pulang kembali ke rumah karena pihak keluarga takut biaya yang besar. 


"Sehingga pihak keluarga minta pulang paksa," jelasnya. 


Ihsan memastikan, untuk pasien yang memang tidak mampu akan tetap selalu dibantu. 


Kemarin sambungnya, petugas tidak sempat konsultasi ke dirinya. Setelah mengetahuinya, ia langsung memerintahkan  petugas untuk menghubungi pihak keluarga agar pasien bisa dirawat kembali. 


"Persoalannya sudah clear," akunya. 


Pasien dirawat kembali oleh RSUD Bima tanpa ditarik biaya. Lalu kenapa saat keluar RSUD kemarin, pasien dikenakan biaya Rp 500 ribu?, Ihsan menegaskan itu semua karena miskomunikasi. 


RSUD Bima jelas dia, sangat bijak mengenai status pasien. Pasien yang tidak ditanggung oleh BPJS atau asuransi, diusahakan untuk bayar penuh sesuai dengan tarif RS.


Kalau pun pasien miskin sambung dia, diusahakan sesuai kemampuannya, agar tidak gratis sama sekali. 


"Kalau pasien sama sekali tidak mampu bayar, nah ini yang kita berikan kebijakan gratis," pungkasnya. 


Jurnal-01